PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN MENTAL

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental
   Kesehatan memegang peranan penting bagi kebahagiaan dan keseimbangan hidup. Oleh karena itu, setiap orang harus menjaga kesehatan dirinya. 
  Mengonsumsi makanan sehat dan melakukan olahraga secara teratur, termasuk upaya yang dilakukan setiap orang untuk mendapatkan kesehatan secara fisik. Bagaimana dengan kesehatan non fisik yaitu mental?
  Seperti halnya kesehatan tubuh, kesehatan mental sangat penting untuk dijaga. Tidak dipungkiri, bagi sebagian orang, kesehatan mental dipandang sebagai penyakit yang tidak nyata.
   Di Indonesia, secara umum, pembahasan mengenai penyakit mental belum mendapat banyak perhatian. Badan kesehatan dunia (WHO) melaporkan bahwa di Indonesia bunuh diri akibat kesehatan mentalnya terganggu merupakan silent killer terbesar (The Jakarta Post, 2017).
   Berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2018, sebanyak 9% penderita depresi pada penduduk Indonesia umur diatas 15 tahun yang menjalani pengobatan medis.
 WHO juga mencatat bahwa pada umumnya orang Indonesia memberikan respon kurang positif terhadap orang yang menyampaikan masalah pribadinya yang dirasa mengganggu kesehatan dan ketenangan jiwa serta mentalnya. 
 Mereka bersikap tidak peduli, melecehkan, melakukan perundungan, dan hal-hal kurang simpati lainnya. Alih-alih dibantu, misalnya dengan cara mendengarkan masalahnya, malah dianggap lebay, tidak tahan banting, lemah, tidak semangat, kurang daya juang. Sikap ini mengisyaratkan bahwa masalah mental diperlakukan sebagai masalah kecil, bahkan dipandang tidak nyata.
Kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mental dan membantu agar mental orang lain menjadi sehat merupakan upaya yang harus kita lakukan bersama. 
Masih banyak di antara kita yang belum menyadari bahwa depresi dan stres dapat mengakibatkan gangguan perilaku dan gangguan mental seperti paranoid, ketakutan yang tidak beralasan dan tidak berkesudahan. Gangguan pikiran yang tidak ditangani mengakibatkan tidak bisa tidur, berkurangnya nafsu makan, menurunkan semangat hidup. Kondisi mental mempengaruhi kinerja seluruh tubuh.
Depresi dan stres merupakan penyakit mental yang tanpa pandang bulu dapat menyerang siapa saja. Banyak laporan terkait depresi dan stres yang berakhir dengan menghentikan komunikasi dengan siapapun, mengurung diri, dan akhirnya bunuh diri. 

Mengenali Kesehatan Mental
Apa sih kesehatan mental itu? Berikut definisi kesehatan mental menurut WHO :
“The emotional and spiritual resilience which enables us to enjoy life and survive pain, suffering and disappointment. It is a positive sense of wellbeing and an underlying belief in our and others dignity and worth. It is influenced by our experience and our genetic inheritance”.
Jadi, kesehatan mental itu adalah kekuatan yang bisa membuat kita menikmati hidup dan menerima kekecewaan. Kesehatan mental ini juga dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan turunan gen. Sayangnya, kita sering menyepelekan kesehatan mental, bahkan pada titik jika seseorang terlihat muram dan murung, suka kita ledekin ‘Mental Kerupuk’.
Gangguan mental kerapkali tak terdeteksi. Semacam silent killer, yang datang tak diundang, pulang tak diantar. Bahkan bukan tidak mungkin, orang yang ada disebelahmu sekarang sedang mengalami gangguan mental, dan dia tidak menyadari itu.

Jenis gangguan mental itu banyak sekali, dari mulai yang sering kita dengar seperti stress, depresi, atau baby blues yang dialami oleh banyak ibu pasca melahirkan. Sampai pada istilah-istilah medis yang sulit dilafalkan seperti schizophrenia, multiple personality disorder, bipolar, extreme paranoia dan lain-lain. 

Berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental :
1. Berbicara/sharing dengan orang lain
Sebagai manusia pasti punya uneg-uneg. Apalagi perempuan yang memang kemampuan untuk melakukan komunikasi verbalnya cukup tinggi.  Berbicara tentang keluhan kita pada orang terdekat, atau yang biasa kita sebut curhat cukup membantu, regardless ada solusi atau tidak. Bahkan bagi perempuan, didengarkan saja biasanya sudah senang bukan? Terbiasa melakukan pillow talk dengan pasangan pun bisa menjadi cara dalam menjaga kesehatan kita plus menjaga keharmonisan pula. Talk does matter.
2. Me time
Lakukan apa yang disukai dan disenangi saat me time. Suka baca buku atau nonton film? Please do it in your ‘me-time’ dan benar-benar nikmati. Biar apa? Biar plong atau refresh setelahnya. Bahkan bagi beberapa orang , setelah melakukan me time, kita jadi punya sudut pandang baru terhadap masalah yang kita hadapi. Ingat, merasa lelah adalah manusiawi, dimaklumi jika kita butuh time-off. We’re human after all.
3. Olahraga teratur
Olahraga ternyata bisa juga menjadi cara menjaga kesehatan mental, bukan hanya fisik. Setelah mengeluarkan keringat, rasa lelah mental yang kita alami bisa ikut memudar. 
4. Kurangi mengonsumsi minuman yang bersifat adiktif
Sesuatu yang berlebihan bisa menjadi candu. Alkohol, nikotin dan bahkan kafein bahkan bisa menjadi zat aditif dan kita ‘abuse’ konsumsinya ketika kita stress. Padahal hal-hal tersebut harus dihindari. Yuk mari yuk, kita kurangin konsumsinya. 
5. Jangan malu meminta bantuan
Terakhir, hanya kita sendiri yang mengetahui batas kemampuan personal masing-masing. Oleh karena itu, when everything feel too much, jangan malu untuk meminta bantuan. Bantuan yang diberikan orang lain selain bisa jadi meringankan beban kita secara fisik, pun bisa meringakan beban mental kita. Minta bantuan pasangan, ketika sudah kewalahan mengurus rumah dan anak-anak. Minta bantuan rekan kerja, ketika tugas menumpuk dan deadline semakin mendekat. Minta bantuan profesional ketika tiba-tiba berat rasanya menjalani hidup dan ingin mengakhirinya saja.

Yuk ikuti tipsnya!:)
Jangan sepelekan kesehatan mental Anda, jagalah kesehatan mental Anda agar tercapai kesehatan tubuh yang seimbang.

Semoga bermanfaat:)

Reference:
https://www.alodokter.com/selain-sehat-fisik-kesehatan-mental-juga-penting-diperhatikan. 
https://psikologikita.com/?q=psikologi/menjaga-kesehatan-mental
https://www.halodoc.com/9-cara-sederhana-menjaga-kesehatan-mental
akutahu.com
https://youtu.be/9eIYdsFaMfk

Yori Aprila (1911212002)
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas

Dosen pengampu : Emy Leonita S.K.M., M.Ph.



Komentar

  1. Balasan
    1. Sangat bermanfaat bagi saya,berguna untuk kehidupan sehari-harinya

      Hapus
  2. Sangat bermanfaat,makasi infonya 👍

    BalasHapus
  3. Waahh menarik bangett infonyaa makasi yaaa☺️☺️☺️

    BalasHapus
  4. Makin banyak ilmu, thanks infonya min

    BalasHapus
  5. Terima kasih infonya, sangat bermanfaat👍

    BalasHapus
  6. Bagus min, terus lanjut buat blog 🤩

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar